Jumat, 02 Desember 2011

angkutan trans jogja vs bus reguler

Saat ini, transportasi sangat berkembang pesat, terutama di bidang angkutan umum. Dalam angkutan jalan raya,kita mengenal adanya moda transportasi bus kota. Meskipun keadaan saat ini yang sangat banyak akan kendaraan pribadi, moda ini masih sangat dibutuhkan terutama di kota besar seperti Yogyakarta. Oleh karena itu, pelayanan bus masih sangat diharapkan agar mampu melayani seluruh komponen masyarakat yang akan menggunakan moda ini sebagai alat transportasi mereka. Diharapkan dengan adanya system pelayanan yang baik, maka sedikit demi sedikit moda ini dapat menggeser tren transportasi yang masih sangat diminati, yakni melalui kendaraan pribadi.

Dalam penelitian pelayanan angkutan umum, dilakukan dalam 2 tahap, yakni menaiki dua bus yang berbeda antara waktu berangkat dan pulang dengan rute perjalanan Kamus Teknik UGM – Ambarrukmo Plaza. Pada saat berangkat kami menggunakan bus Trans Jogja dan saat pulang kami menggunakan bus regular. Banyak sekali fenomena dan hal yang terjadi sebagai bentuk hasil daripada penelitian yang dilakukan.

Dalam proses keberangkatan menuju Amplaz dengan menggunakan moda bus Trans Jogja, kami merasakan berbagai hal. Salah satunya waktu yang sangat lama, bahkan hingga satu jam. Hal ini dikarenakan rutenya yang mengharuskan banyak sekali memutar jalan yang sama, sehingga jalan yang tadinya telah dilewati harus melewati kembali hanya berubah arah. Padahal rute yang kmai naiki bisa menjadi salah satu rute yang ramai digunakan karena merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi termasuk mahasiswa. Lalu, pada saat menunggu bus Trans Jogja yang akan kami naiki maupun saat transit, tempat yang tersedia untuk menunggu masih sangat sempit bahkan keluar dari halte Trans Jogja hanya untuk menunggu bus yang akan kami naiki. Hal ini menjadikan kami agak tidak nyaman terhadap pelayanan yang diberikan. Kemudian di dalam bus tersebut, kondisinya yang sudah lama serta perawatan yang kurang, sehingga fasilitas yang ada di dalam, seperti kursi dan pendingin yang ada agak tidak nyaman untuk digunakan. Tingkat pelayanan yang diberikan selama perjalanan oleh pegawai Trans Jogja mengalami tren yang menurun dibanding pelayanan yang diberikan beberapa tahun yang lalu. Namun demikian, pelayanan yang diberikan masih baik dan permasalahan yang sering terjadi di bus misalnya ada berbagai pelecehan, tindak criminal dan mengganggu kemacetan karena berhenti di sembarang tempat sudah tidak ada, sehingga menunjang minat masyarakat dalam menggunakan moda bus Trans Jogja ini.

Dalam perjalanan pulang kami menggunakan bus kota regular dengan rute perjalanan yang sebaliknya yakni Ambarrukmo Plaza – Kampus Teknik UGM. Kami menggunakan bus kota trayek 7A dengan perjalanan satu tujuan tanpa melewati masa transit. Saat perjalanan pulang, waktu yang ditempuh sangat cepat disbanding saat keberangkatan, dimana dengan waktu kurang dari 30 menit kami telah sampai kembali ke kampus Teknik UGM. Lalu, fasilitas yang ada di dalam bus tersebut masih nyaman,meskipun dari sisi fasilitas memang masih sangat kurang dibandingkan dengan Trans Jogja, namun kenyamanan masih cukup baik mengingat bus regular ini secara garis besar perawatannya yang sangat kurang sehingga sebagian besar bus kota memiliki fasilitas yang agak tidak nyaman.Kemudian di saat perjalanan, masalah pada bus kota juga masih terjadi terutama menaikkan dan menurunkan penumpang sembarangan, bahkan saat berada di jalur cepat seperti di jalan Ring Road Utara, bus ini masih dapat berhenti ddan menaikkan penumpang tanpa memikirkan kondisi jalan tersebut yang memang sangat berbahaya jika tiba-tiba berhenti. Kemudian adanya suoir tembak masih sangat dirasakan, dengan adanya pergantian supir, apalagi hal itu terjadi saat bus masih berjalan,Tentu saja hal ini menjadikan penumpang sempat sangat khawatir di dalamselama pergantian supir bus tersebut. Hal itu terjadi di sekitar gedung MM jalan Kaliurang.Pelayanan terhadap orang tua yang lemah (manula) masih kurang,dimana tidak adanya fasilitas yang menunjang kenyamanannya.

Kamis, 01 Desember 2011

ALAT PENYEBERANGAN JALAN SEBAGAI SALAH SATU ALAT KESELAMATAN LALU LINTAS

ALAT PENYEBERANGAN JALAN SEBAGAI SALAH SATU ALAT KESELAMATAN LALU LINTAS

Dalam transportasi, kita mengenal adanya keselamatan terutama dalam keselamatan lalu lintas. Sebagai salah satu pengguna jalan, pejalan kaki merupakan salah satu komponen lalu lintas yang sangat rawan dalam keselamatan itu sendiri. Banyak kasus di lapangan yang terjadi karena terbenturnya konflik antara pejalan kaki dan kendaraan. Angka kecelakaan yang mencederai pejalan kaki yang menyeberang jalan relatif tinggi. Maka, untuk mengurangi atau meminimalkan konflik tersebut, maka perlu diambil langkah untuk melindungi pejalan kaki pada saat menyeberang jalan.

Dalam modul Wikipedia, terdapt empat sarana penyeberangan terutama untuk pejalan kaki, yakni sarana Zebra Cross, Pelikan Crossing, Jembatan penyeberangan, dan terowongan penyeberangan. Zebra cross merupakan tempat penyeberangan di jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki yang akan menyeberang jalan, dinyatakan dengan marka jalan berbentuk garis membujur berwarna putih dan hitam yang tebal garisnya 300 mm dan dengan celah yang sama dan panjang sekurang-kurangnya 2500 mm.Peliccan crossing Merupakan fasilitas penyeberangan yang dilengkapi dengan lampu lalu lintas. Biasanya dilengkapi dengan tombol untuk mengaktifkan lampu lalu lintas, bila tombol dipencet maka beberap saat kemudian lampu bagi pejalan kaki diaktifkan dan menjadi hijau bagi pejalan kaki, dan merah untuk lalu lintas kendaraan. Jembatan penyeberangan orang disingkat JPO adalah fasilitas pejalan kaki untuk menyeberang jalan yang ramai dan lebar atau menyeberang jalan tol dengan menggunakan jembatan, sehingga orang dan lalu lintas kendaraan dipisah secara fisik.Terowongan penyeberangan mirip dengan jembatan penyeberangan namun terowongan ini terletak di dalam tanah untuk menyeberang

Minggu, 27 November 2011

CINTA ABADI

by : Jaan
"Ibu, boleh aku bertanya padamu," tanyaku pada ibuku.
Ibu lantas menjawab, "Boleh anakku, tanyalah semua hal yang mau kautanyakan."
"Ibu, siapa cinta pertama dan abadi Ibu?" Aku tertawa dalam hati, pasti ibu menjawab ayahku, memang siapa lagi yang dia cintai...

Dan dengan wajah sedikit tersenyum ibu menjawab, "Anakku, cinta pertama Ibu adalah Dia yang selalu menjaga Ibu, menemani Ibu, yang tidak pernah meninggalkan Ibu walaupun seluruh dunia meninggalkan Ibu, Dialah yang selalu ada saat Ibu menanti malam dan menanti siang, yang selalu bisa membahagiakan Ibu, yang tahu hal terbaik untuk Ibu lebih dari Ibu sendiri."
Lantas aku berfikir, ’Apakah yang Ibu maksud Ayah?’ Semakin binggung aku dibuatnya dan aku pun bertanya, "Apakah itu Ayah, Bu?"
Ibu pun menjawab dengan senyum yang semakin lebar, "Bukan."
Dan aku malah bingung, bagaimana bisa ibu tidak memilih ayah sebagai cinta pertama dan abadinya.
Ibu pun melanjutkan perkataannya, "Sepanjang hidup Ibu, Ibu hanya ingin bersamaNya, mati pun Ibu ingin denganNya, saat tua nanti jika Ibu mulai pikun satu yang tak ingin ibu lupakan adalah Dia, karena ibu begitu takut dan begitu sakit jika lupa denganNya, ibu hanya ingin menikmati indahNya."
"Ibu, aku mulai bingung, jika bukan ayah lalu siapa?"
Ibu pun mulai diam dan menundukkan kepala. "Anakku, maafkan ibu jika cinta pertama dan abadi ibu bukan ayahmu. Ibu tidak bisa mencintai ayahmu lebih dari rasa cinta ibu padaNya. Ibu tidak bisa menghianatiNya ataupun menduakanNya. Cinta ayahmu adalah cinta sesaat dan cinta padaNya adalah cinta abadi." Ibu mulai menangis.
Aku pun memeluk ibu, aku tak menyangka jika ibu mencintai orang lain dan pertanyaanku yang konyol ini menjadikan air mata yang seharusnya tidak jatuh dari mata ibu sekarang jatuh dengan derasnya. Sekarang ibu menangis di pelukanku, dan samar-samar aku mendengar ibu berkata, "Aku amat merindukanNya. Aku hampir mati karena mencintaiNya."
Semakin kencang kupeluk ibu, dan dalam hati biarlah rahasia ini akan kupendam dalam diamku, dan aku tak akan menyakiti ayah karena jika ayah tahu bahwa ibu memiliki cinta yang lain, itu dapat menghancurkan hati ayah. Ibu masih menangis dan aku pun larut dalam air mata ibu.
"Ibu maafkan aku karena membuatmu ingat denganNya, membuatmu merasa bersalah, maafkan aku, Ibu."
Lalu ibu berhenti menangis dan menggenggam wajahku dan berkata, "Salah anakku, jika kau merasa bersalah, karena cinta abadi dan pertama bagi ibu adalah ALLAH. Dialah yang selalu menjaga ibu dan kau, dan ingatlah hanya ALLAH yang tidak akan pernah meninggalkan kita dan tidak akan pernah ingkar atas janjiNya."
Aku pun mulai mengerti mengapa ibu menangis. Dan aku pun tersenyum karena ibu telah mengajarkan padaku bahwa aku tidak akan sendiri karena Allah selalu ada dan selalu mengawasiku.
Terima kasih Allah, karena aku tak akan pernah kecewa saat menggantungkan semua hal kepada-Mu...
UntukMu yang tercinta, Allah..